Jumat, 16 November 2018

Manusia Sebagai Makhluk Otonom (Tugas 5)

Tidak ada komentar:

    Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil alamin Puji syukur kepada tuhan kita Allah SWT yang Maha Esa dengan segala keagungannya yang memberikan kita rahmat sehinggga pada kerempatan ini saya akan membahas tentang Manusia sebagai makhluk otonom.


    Manusia sebagai makhluk otonom adalaah manusia mempunyai kebebasan untuk menentukan sikapnya , dengan kata lain, ia adalah makhluk yang mandiri. Secara etimologi, Otonomi berasal dari bahasa Yunani “autos” yang artinya sendiri, dan “nomos” yang berarti hukum atau aturan, jadi pengertian otonomi adalah pengundangan sendiri. Otonom berarti berdiri sendiri atau mandiri. Jadi setiap orang memiliki hak dan kekuasaan menentukan arah tindakannya sendiri. Ia harus dapat menjadi tuan atas diri. Terkadang manusia ada kalanya manusia tersebut menjadi tuan dan ada kalanya manusia harus tunduk dan patuh atas perintah allah. Manusia bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana, karena manusia banyak memiliki keunikan, Keunikan tersebut dinyatakan sebagai kodrat manusia. Manusia sulit dipahami dan dimengerti secara menyeluruh tetapi manusia mempunyai banyak kekuatan-kekuatan spiritual yang mendorong seseorang mampu bekerja dan mengembangkan pribadinya secara mandiri. Arti otonom adalah mandiri dalam menentukan kehendaknya, menentukan sendiri setiap perbuatannya dalam pencapaian kehendaknya. 

Hidayah itu adalah hal atau kejadian atau rahmat yang Allah berikan kepada mahkluk yang Allah kehendaki tidak ada pengecualian dalam manusia mendapatkan hidayah itu, akan tetapi hidayah harus di jemput atau dicari karena allah akan memberikan hidayah pada orang yang mencari, hidayah itu seperti rezeki dari tuhan memang akan diberikan kepada manusia akan tetapi kita harus mencari rezeki itu kita disuruh berusaha oleh Allah untuk mendapatkannya dengan cara yang halal begitupun hidayah.

   Manusia yang di beri nikmat akal, dan hanya manusia khusus saja yang di beri nikmat hidayah, Nikmat hidayah adalah nikmat tertinggi dari nikmat yang lainnya. karena jika manusia di berikan nikmat hidayah maka dia akan melupakan semua masalah dunia dan hanya terhubung kepada allah, Allhamdulillah bagi kita karena orangtua kita Islam(muslim), akan tetapi kita perlu tahu dan mengali lagi dan mempelajari tentang islam yang sejati agar kita nanti akan merasakan ketenangan dan kesempurnaan dalam beragama. kita adalah muslim sejak lahir dan sangat mudah bagi kita mendapatkan hidayah dari Allah, asal ada kemauan maka allah pasti akan memberikan hidayahnya kepada kita.  Hidayah terbesar bagi manusia umat Rasulullah SAW adalah Al-Qur'an, karena kitab suci ini adalah kitab yang telah disempurnakan oleh allah dari kitab-kitab yang terdahlu.

          Nikmat hidup adalah nikmat yang paling mendasar. setelah nikmat hidup ada nikmat akal yang di berikan kepada seluruh manusia dan tidak di berikan kepada makhluk lain. sedangkan makhluk hidup lainnya dalam menjalani hari itu merupakan fitrah seperti apa yang ia dapatkan setelah lahir, walaupun dipelihara oleh manusia tetap merupakan fitrah melalui insting. ketika anak ayam keluar dari cangkang telurnya tanpa di ajari dia akan mencari makan beda dengan manusia, ketika manusia dilahirkan ia harus dimandikan dan diberi makan oleh orangtuanya. pagi-pagi burung keluar mencari nafkah dalam tanda petik, dia tidak punya sawah, tidak punya mall namun burung tetap mendapatkan makanannya. apakah manusia bisa ? tanpa punya sawah, tanpa ke mall, tanpa mempunyai apa-apa bisa mendapatkan makanan ?. manusia di beri akal dan karena itu manusia di utus oleh allah sebagai khalifah dibumi dan menetapkan mana yang baik dan buruk. 


    Juga ada beberapa nikmat yang diberikan Allah yaitu :

1    1. Nikmat Fitriyah.
Nikmat Fitriyah adalah nikmat yang ada pada diri kita atau personal kita. Dan janganlah angkuh seandainya kita diberikan rupa yang menarik. Syukurilah bahwa itu nikat yang diberikan oleh Allah semata-mata untuk hak-hal kebaikan dan akan kembali lagi padana kelak.

      2. Nikmat Ikhtiyariyah.
Nikmat ini berupa nikmat yang kita peroleh atas usaha kita. Semua nikmat harus kita syukuri. Sedekahkan harta yang kita miliki dan pergunakan ke jalan yang diridhoi Allah. Jika menjadi pemimpin dengan jabatan yang tinggi, jangan kita salah gunakan jabatan tersebut, karena itu pada hari perhitungan para pemimpin itu akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah, karena itu semua akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

3. Nikmat Alamah.
Nikmat alam sekitar kita. Kita tidak bisa hidup jika Allah tidak memberikan nikmat alamiah ini. Menjaga segala hal yang ada di bumi ini seperti udara dari pencemaran dan masih banyak yang lain.

4. Nikmat Diiniyah.
Nikmat Diiniyah adalah nikmat Agama Islam. Nikmat Iman. Bayangkan jika kita terlahir bukan dari rahim seorang muslimah? Mungkin saat ini kita menjadi kafir. Maka syukurilah nikmat-nikmat diin yang diberikan Allah kepada kita dengan menjalankan perintah-perintah agama serta menjauhi larangan Allah SWT.

5. Nikmat Ukhrowiyah.
Nikmat Ukhrowi adalah nikmat akhirat. Nikamt inilah yang akan kita petik nanti jika telah dihisab di yaumil mahsyar. Nikmat ini tergantung dari apa yang kita perbuat didunia ini. Jika semua nikmat diatas telah kita terima dan kita syukuri dengan baik, maka nikmat ukhrowi ini yang akan kita dapatkan dan rasakan jika nanti sudah di alam akhirat.

          Sebagai Manusia yang selalu diberikan nikmat dan rahmat oleh Allah, Sepatutnya kita selalu mensyukuri apa yang diberikan oleh Allah terlebih lagi itu adalah nikmat yang diberikan kepada kita, karena allah akan menambah sesuatu selagi kita mensyukuri nikmatnya dan jangan mengkufuri nkmat Allah. bagaimana cara kita mensyukuri nikmat yang diberikan allah ? 
1    1. Mensyukuri nikmat Allah dengan melalui hati.
2    2. Mensyukuri nikmat Allah dengan melalui lisan kita.
3    3. Mensyukuri nikmat Allah dengan perbuatan kita. Yaitu perbuatan dalam bentuk ketaatan kita menjalankan segala apa yang diperintah dan menjauhi segala apa yang dilarangNya

   Semoga Artikel ini membantu saya dan yang membaca mendapatkan apa yang kita inginkan dengan ridho' Allah swt. Dan iman kita ditambahkan oleh Allah dan selalu menjadi manusia yang bersyukur dengan apa yang telah terjadi baik buruknya. Akhir kata Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Ibadah Mahdah (Tugas 4)

Tidak ada komentar:

Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil alamin Puji syukur kepada tuhan kita Allah SWT yang Maha Esa dengan segala keagungannya yang memberikan kita rahmat sehinggga pada kerempatan ini saya akan membahas tentang Ibadah mahdhah
Ibadah Ghairu Mahdah
Ibadah ghoiru mahdoh : adalah seluruh perilaku seorang hamba yang diorientasikan untuk meraih ridha Allah (ibadah). Dalam hal ini tidak ada aturan baku dari Rasulullah. Atau dengan kata lain definisi dari Ibadah ghairu mahdhah atau umum ialah segala amalan yang diizinkan oleh Allah. misalnya ibadaha ghairu mahdhah ialahsedekah,  belajar, dzikir, dakwah, tolong menolong dan lain sebagainya.

Hakikat ibadah ialah ketundukan jiwa yang timbul karena perasaan cinta akan Tuhan yang ma’bud dan merasakan kebesaran-Nya, lantaran beritikad bahwa alam ini ada kekuasaan, yang akal tak dapat mengetahui hakikatnya.

Apabila makna ibadah yang diberikan oleh masing-masing ilmu diperhatkan baik-baik, nyatalah bahwa takrif yang diberikan oleh suatu golongan berpaut untuk menyempurnakannya dengan takrif yang diberikan oleh golongan yang lain.
Hakikat ibadah menurut Imam Ibnu Taimiyah adalah sebuah terminologi integral yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah baik berupa perbuatan maupun ucapan yang tampak maupun yang tersembunyi.

Dari definisi tersebut kita memahami bahwa cakupan ibadah sangat luas. Ibadah mencakup semua sektor kehidupan manusia, karena kita semua adalah makhluk yang akan kembali padanya. Dari sini kita harus memahami bahwa setiap aktivitas kita di dunia ini tidak boleh terlepas dari pemahaman kita akan balasan Allah kelak. Sebab sekecil apapun aktivitas itu akan berimplikasi terhadap kehidupan akhirat.



Ibadah mahdhah sering kita jumpai atau di kenal dengan ibadah khusus ialah ibadah yang apa saja yang telah ditetpkan Allah akan tingkat, tata cara dan perincian-perinciannya. Jenis ibadah yang termasuk mahdhah[2], adalah :
a)  Wudhu,
b)  Tayammum
c)  Mandi hadats
d)  Shalat
e)  Shiyam ( Puasa )
f)  Haji
g) Umrah

Ada menambah atau memperbaharui ibadah semacam itu, yaitu Muawiyah. Dalam Sunah Rasulullah ibadah jum’at didahului dengan 2 khotbah, sedangkan sholat 2 Id didahului sholat baru kemudian khutbah. Ibadah cara ini kemudian oleh Muawiyah diubah yaitu tatakala sholat Id, dia melangkah ke mimbar dan memberi khotbah baru kemudian sholat. Oleh para ulama’ pada masa itu telah diingatkan,
“Hai Muawiyah, sungguh engkau melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Rasulullah” Kemudian Muawiyah menjawab,
“Kalau aku khutbah setelah usai sholat maka tidak ada manusia yang akan mendengarkan khutbahku” sambil berlalu menuju ke mimbar dan ia sungguh telah berkotbah sebelum sholat Id didirikan. Inilah bid’ah yang sesat itu.

     Sholat dengan bahasa Indonesia, itu sering terjadi pada oran-orang kurang paham akan ilmu agama dengan baik hal seperti dianggap sebagai bid’ah dholalah (sesat) karena sholat masuk ke dalam ranah ibadah mahdoh sehingga mengubah dan menambahi aturan di dalamnya termasuk kategori sesat. Bukankah Rasulullah sudah menggariskan “Sholluu kamaa roaitumuuni usholli –sholatlah kalian sebagaimana kalian lihat aku sholat”.

Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip, yaitu:


a, Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah, baik dari al-Quran maupun al- Sunnah, jadi merupakan otoritas wahyu, tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya. Haram kita melakukan ibadah ini selama tidak ada perintah.
b. Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul saw
c. Bersifat suprarasional (di atas jangkauan akal) artinya ibadah bentuk ini bukan ukuran logika, karena bukan wilayah akal, melainkan wilayah wahyu, akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang disebut hikmah tasyri’. Shalat, adzan, tilawatul Quran, dan ibadah mahdhah lainnya, keabsahannnya bukan ditentukan oleh mengerti atau tidak, melainkan ditentukan apakah sesuai dengan ketentuan syari’at, atau tidak. Atas dasar ini, maka ditetapkan oleh syarat dan rukun yang ketat.
d. Azasnya “taat”, yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah kepadanya, semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba, bukan untuk Allah, dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuhi.

Prinsip-prinsip dalam ibadah ini, ada 4:
a. Keberadaannya didasarkan atas tidak adanya dalil yang melarang. Selama Allah dan Rasul-Nya tidak melarang maka ibadah bentuk ini boleh diselenggarakan.Selama tidak diharamkan oleh Allah, maka boleh melakukan ibadah ini.
b. Tatalaksananya tidak perlu berpola kepada contoh Rasul, karenanya dalam ibadah bentuk ini tidak dikenal istilah “bid’ah” , atau jika ada yang menyebut nya, segala hal yang tidak dikerjakan rasul bid’ah, maka bid’ahnya disebut bid’ah hasanah, sedangkan dalam ibadahmahdhah disebut bid’ah dhalalah.
c. Bersifat rasional, ibadah bentuk ini baik-buruknya, atau untung-ruginya, manfaat atau madharatnya, dapat ditentukan oleh akal atau logika. Sehingga jika menurut logika sehat, buruk, merugikan, dan madharat, maka tidak boleh dilaksanakan.
d. Azasnya “Manfaat”, selama itu bermanfaat, maka selama itu boleh dilakukan.
Maka segala bentuk kegiatan baik yang ditujukan untuk meraih ridho Allah masuk ke dalam ranah ibadah ghairu mahdah.

Syarat syarat tersebut adalah :
a. Amalan yang dikerjakan itu hendaklah diakui Islam, sesuai dengan hukum hukum syara' dan tidak bertentangan dengan hukum hukum tersebut. Adapun amalan - amalan yang diingkari oleh Islam dan ada hubungan dengan yang haram dan maksiyat, maka tidaklah bisa dijadikan amalan ibadah.
b. Amalan tersebut dilakukan dengan niat yang baik dengan tujuan untuk memelihara kehormatan diri, menyenangkan keluarga nya, memberi manfaat kepada seluruh umat dan untuk kemakmuran bumi seperti yang telah diperintahkan oleh Allah.
c.  Amalan tersebut haruslah dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
d.  Ketika membuat amalan tersebut hendaklah sentiasa menurut hukum - hukum syara' dan ketentuan batasnya, tidak menzalimi orang lain, tidak khianat, tidak menipu dan tidak menindas atau merampas hak orang.
e. Tidak melalaikan ibadah - ibadah khusus seperti salat, zakat dan sebagainya dalammelaksanakan ibadah - ibadah umum.

Ruang lingkup ibadah secara umum adalah:
a) Thaharah,
b) Shalat, termasuk doa, dzikir dan tilawah al-Quran
c) Puasa, termasuk ‘ibadah badaniyyah atau ibadah dzatiyyah
d) Zakat, termasuk ‘ibadah maliyyah
e) Haji, termasuk ibadah ijtima’iyyah
f) Pengurusan jenazah termasuk ‘ibadah badaniyyah
g) Penyembelihan hewan
h) Sumpah dan nazar
i)  Makanan dan minuman ibadah badaniyyah
j)  Jihad, ibadah badaniyyah dan maliyyah
C. Hakikat dan Hikmah Ibadah



Semoga Artikel ini membantu saya dan yang membaca mendapatkan apa yang kita inginkan dengan ridho' Allah swt. Dan jika ada kesalahan dalam penulisan atau yang belum jelas silahkan beri komen pada artikel ini. Akhir kata Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 



Artikel ini dikutip dari sumber dibawah ini :

Manusia Sebagai Makhluk Ibadah (Tugas 3)

Tidak ada komentar:

Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil alamin Puji syukur kepada tuhan kita Allah SWT yang Maha Esa dengan segala keagungannya yang memberikan kita rahmat sehinggga pada kerempatan ini saya akan membahas tentang Manusia sebagai makhluk ibadah.

          Telah mana yang kita ketahui bahwa Allah menciptakan manusia utuk beribadah padanya keterangan itu sangat sudah jelas tertulis di kitab suci al-qur’an. Manusia diciptakan oleh Allah untuk menyembahnya, mengagungkannya, dan beribadah kepadanya sebagaimana tertulis di dalam Al-Qur'an Surah Az-Zariyat ayat 56 yang berbunyi : 
  

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."

       Sudah sangat jelas apa yang tertulis dalam kitab suci umat islam ini bahwasanya manusia dan jin itu di ciptakan semata-mata supaya mereka beribadah hanya kepada ALLAH SWT bukan pada yang lain, Kita diciptakan Allah dengan sebuah tugas dan tanggung jawab dari pencipta kita, kita mendapat tugas dan tanggung jawab dari Tuhan kita yaitu untuk beribadah kepadanya, apa arti hidup kita tanpa beribadah kepada Allah ? rasanya sangatlah hampa seakan-akan hidup kita tidak ada gunanya, Namun kenyataannya banyak sekali manusia yang tidak beribadah kepada Allah, entah mereka tidak beribadah karena faktor ekonomi atau hal yang lain, padahal kita butuh padanya bukan Allah yang butuh kita. Semoga kita dijauhkan menjadi seseorang seperti itu dan kita selalu dibukakan pintu taubat dari Allah swt.

          Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk ibadat (Ibadah) ? manusia itu diciptakan oleh Allah bermacam-macam sifat dan Segala perbuatan yang kita lakukan oleh manusia didunia itu entah saat kita mencari rezki, bersedekah, dan beribadah adalah semata-mata kita mengharapkan ridho' Allah swt, meskipun tidak semua yang kita jalankan itu sesuai dengan kaidah.

         Manusia itu tempatnya dosa dan salah karena fitrah manusia adalah berbuat dosa. Manusia tanpa dosa itu tidak ada karena manusia itu diciptakan memang sebagai tempat untuk dosa. Terkadang kita lupa shalat, kita lupa shalat karena kerja yang keras, mengerjakan tugas dan masih banyak lagi hal yang membuat kita lupa, kita terkadang lupa waktu sampai melupakan waktu ibadah karena kesibukan dunia kita. Dari kesibukan-kesibukan yang ada kita perlu membagi-bagi waktu untuk beribadah kepada sang maha kuasa, karena Allah lebih menyukai ibadah manusia daripada ibadah malaikat karena manusia itu diciptakan untuk merubah nasibnya sendiri, artinya manusia menjalani kehidupan dengan keputusannya sendiri tidak seperti malaikat yang diciptakan untuk selalu beribadah dan berdzikir kepada Allah. Allah lebih menyukai ibadah manusia yang dalam dunia penuh kesibukannya masih meluangkan waktu untuk beribadah kepadanya, masih berdzikir kepadanya, dan masih taat kepadanya. Allah berfirman dalam al-quran ”bahwasanya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum (hamba) kecuali dia mau merubahnya sendiri”.

          Dapat kita simpulkan sendiri bahwa kita manusia adalah makhluk yang rendah dan hina kita perlu Allah dalam setiap waktu untuk itu kita perlu beribadah kepadanya walaupun masih belum khusuk karena Allah maha tahu. Ibadah tidak Cuma sholat, zakat, dan haji dll ibadah itu dimana kita selalu berbuat baik dan benar menurut syariat islam itulah ibadah dan jangan beribadah karena siapapun melainkan ikhlaslah beribadah karena Allah Ta’ala. Hidup kita dari pertama lahir adalah untuk tuhan dan akan meninggal dan kembali lagi pada tuhan.

          Semoga Artikel tugas ini membantu saya dan yang membaca mendapatkan apa yang kita inginkan dengan ridho' Allah swt. Akhir kata Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 




Manusia Sebagai Makhluk Allah (Tugas 2)

Tidak ada komentar:

Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil alamin Puji syukur kepada tuhan kita Allah SWT yang Maha Esa dengan segala keagungannya yang memberikan kita rahmat sehinggga pada kerempatan ini saya akan membahas Manusia Sebagai Makhluk Allah.

          Allah SWT menjadikan seluruh manusia dibumi ini adalah sebagai khalifah yaitu sebagai penguasa atau pengelola di bumi sebagai mana Allah terangkan dalam kitab suci Al-qur’an Q.S Al-Baqarah : 30 yang berbunyi :

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. “mereka berkata :” Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”  Tuhan berfirman : ”sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.


yang berarti Allah sudah mengetahui apa yang akan terjadi bila malaikat maupun manusia yang berada dibumi. dan sebab inilah manusia menjadi khalifah bumi, setelah turunnya firman itu maka malaikat menerima itu dan bersujud kepada manusia pertama (adam) atas perintah allah namun iblis menolak itu, kenapa bukan iblis yang menjadi khalifah dibumi ? kenapa malah manusia, dan bahkan iblis membandingkan penciptaannya yang terbuat dari api sedangkan manusia dari tanah, yang pada akhirnya Allah mengusir iblis dari syurga.

    apa yang membuat manusia itu memiliki keistimewaan untuk menjadi khalifah bumi ? pertanyaan ini sudah dijawab dan dijelaskan pada al-qur'an surah Az-Zariyat ayat 56 yang berbunyi : 

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."

 Dari penggalan Surah di atas dapat diketahui bahwa Allah tidak hanya menciptakan manusia untuk menyembahnya namun Allah juga menciptakan sebangsa jin juga untuk menyembahnya. mungkin kita seringkali mendengar bahwa ada jin yang masuk islam dan ada juga jin yang kafir, kisah ini terbukti dengan kisah rasul yang diceritakan pada saat itu sedang dakwah, menceramahi, membuka majelis bagi para jin. Jadi bukan hanya manusia yang hidup dimuka bumi, namun ada berbagai jenis makhluk yang bersamanya, maka oleh karna itu manusia terpaksa atau tidak harus hidup berdampingan dengan mereka yang semuanya beribadah dan berdzikir pada Allah swt, pada hakikatnya kita sebagai manusia diberi kekuasaan untuk mengatur dunia dan seisinya akan tetapi kita jangan sampai lupa bahwasanya dunia adalah tempat persinggahan bukan tempat yang kekal melainnkan akhiratlah yang akan menjadi tempat kita selama-lamanya.

Allah mengatakan bahwa manusia itu diciptakan dalam keadaan sebaik-baiknya. 

 "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,"

    Allah mengatakan sendiri dalam Surah At-Tin Ayat 4 menerangkan bahwa manusia itu diciptakan oleh allah sendiri dalam keadaan sebaik-baiknya keadaan. namun bagaimana dengan kondisi orang-orang yang "Tidak baik" ketika lahir ? Pertanyaan ini sudah dijelaskan di surah Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi : 


" Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,"

   Pada kenyataanya Allah lebih mengetahui dari pada apa yang diketahui manusia dan Allah tidak menciptakan seseorang dalam keadaan yang buruk, namun itu sebagai ujian untuknya dari Allah, Dan allah selalu memberi kebaikan yang setimpal yaitu berupa kelebihan yang tak dimiliki orang lain, karena apa ? karena Allah tidak memberi suatu ujian, atau cobaan yang tidak sanggup dipikul oleh manusia. Artinya adalah Allah tidak pernah sekali-kali memberi cobaan kepada  manusia diluar kemampuan manusia tersebut, kita bisa melihatnya dari kisah hidup kita sendiri, Semua masalah pasti teratasi satu persatu entah dalam jangka waktu yang singkat atau yang lama. Dan jika seseorang mendapat kelahiran yang kurang baik itu juga merupakan ujian bagi kedua orangtuanya, kondisi anak yang terlahir tidak baik bisa dikarenakan perbuatan yang disadari maupun yang tidak disadari oleh orangtuanya, terutama bagi ibu yang sedang hamil harus menjaga perbuatan dan perkataannya selama mengandung anaknya.

    Perbuatan dan perkataan orang tua kemungkinan dapat disalurkan kedalam anaknya, terutama bagi orangtua khususnya ibu yang sedang hamil, bagi ibu yang sedang hamil harus menjaga dan berhati-hati dalam berkata atau berbuat karena mungkin bisa mempengaruhi anak yang dikandung, mungkin ini bisa di sebut mitos, dan banyak yang percaya juga banyak yang tidak percaya namun seorang anak, seorang buah hati akan meniru dan tumbuh selayaknya orangtuanya tumbuh karena pengaruh dari sifat keturunan GEN.

Manusia di katakan sebagai makhluk yang sempurna, Manusia merupakan makhluk yang paling mulia yang berbeda dari makhluk-makhluk yang lain. Manusia berbeda dengan binatang. Binatang hanya dibekali dengan insting, sedangkan manusia mempunyai akal fikiran, perasaan (Qolbu) dan bentuk fisiknya yang sangat sempurna. Manusia juga berbeda dengan tumbuhan, malaikat, iblis dan makhluk lainnya. Manusia mempunyai emosi yang membuatnya bebas berekspresi, tidak seperti tumbuhan, hewan, gunung, dan alam, terkadang manusia lebih rendah dari binatang akan tetapi bila manusia itu dekatdengan Allah maka disitulah manusia lebih mulia dari pada Malaikat.

Tuhan kita Maha Adil, Allah menaburkan buliran-buliran ilmu pengetahuan ke dunia dan dapat di terima oleh siapa saja yang ingin mencari ilmu, Allah tidak membedakan yang kafir, Atheis, Hindu, Budha, Kristen, Islam, Konghucu, dan lain-lain, Ilmu yang Allah taburkan diberikan kepada siapa saja yang ingin mencari ilmu pengetahuan di dunia ini, karena ilmu pengetahuan akan meninggikan derajat suatu makhluk di hadapan Allah swt. 
          Nabi Muhammad bersabda “ CARILAH ILMU HINGGA KE NEGERI CHINA” dari hadits tersebut kita dapat pahami bahwa mencari ilmu sangat penting dan berguna kelak nabi kita menyuruh kita mencari ilmu sebanyak-banyaknya hingga sampai liang lahat.


     
Semoga Artikel tugas ini membantu saya dan yang membaca mendapatkan apa yang kita inginkan dengan ridho' Allah swt. Akhir kata Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 


Artikel tugas ini mengutip ilmu dari daftar pustaka dibawah ini.
Daftar pustaka : 


Selasa, 11 September 2018

Perbedaan Kebutulan dan Kebenaran (Tugas 1)

1 komentar:

Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh...

Alhamdulillaahirobbil 'aalamiin washsholaatu wassalaamu' alaa asyrofil anbiyaa-i wal mursalina, wa-'alaa aalihi washohbihi ajma'iina." amma ba'du.


Puji syukur kepada tuhan kita Allah SWT yang Maha Esa dengan segala keagungannya yang memberikan kita rahmatnya, karenanya kita dapat membuat dan mengoreksi tugas pertama mata kuliah Pendidikan Agama Islam ini.

Yang saya hormati Bapak Drs. Jajang Suryana. M.sn. 
Dan pembaca blog saya yang Insyaallah dirahmati oleh Allah SWT.  Aamiin Aamiin Aamiin Yarobbalalamin.
Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Kebetulan dan Kebenaran.

      Untuk Saat saya akan membahas penulisan kata BETUL dan BENAR apakah artinya sama atau tidak ? tentunya tidak. contoh yang dapat kita ambil dalam kehidupan sehari-hari seperti "Apakah benar ini jalan menuju masjid jami' ? - Ya benar", "Apakah betul ini materi yang disampaikan bapak Drs. jajang kemarin ? -Ya betul". dari kalimat tanya sebagai contoh di atas apakah artinya sama ? pastinya tidak akan sama, pandangan masyarakat umum akan kedua kata ini adalah kedua kata ini adalah sama namun berbeda tulisan. Kata BETUL dan BENAR sekilas keduanya tampak sama bahkan terkadang orang terkecoh mungkin sudah menjadi kebiasaan dalam kalimat sehari-hari yang diucapkan tapi, saat kita menambahkan kata imbuhan Ke - An maka akan membuat kata di atas mempunyai makna dan maksud yang berbeda. KEBETULAN dan KEBENARAN, dari sini kita sudah dapat membedakan kedua kata ini.
    
kebetulan dan kebenaran apa yang membuatnya berbeda ? 
        Kebetulan adalah realitas yang terjadi dan disadari (tidak disengaja), namun tidak disadari kedatanganya. Kebetulan bisa jadi bermakna dan tidak bermakna tergantung situasi apa yang terjadi pada individu. Kebetulan yang sejalan dengan harapan akan menumbuhkan energi positif bagi individu yang mengalaminya. Namun, apabila kebetulan itu tak sejalan bahkan bertentangan dengan harapan akan menjadi konflik bagi individu yang mengalami bahkan orang lain pun bisa menjadi imbas dari energi negatif yang dihasilkan oleh individu tersebut.
Karena kebetulan sebagai realitas yang tidak direncanakan, seringkali sebagian besar dari kita meyakini bahwasannya kebetulan adalah takdir yang telah digariskan oleh Tuhan dan akhirnya menentukan kehidupan selanjutnya. Namun, perlulah kita kembalikan pemaknaan takdir itu. Takdir sudah dinashkan dan tidak dapat dirubah. Hidup, mati, jodoh, dan rizqi sudah ditetapkan Tuhan.


contohnya bisa kita jumpai atau kita yang mengalaminya sendiri. Contoh "Hai Bro, tadi saya menemukan uang didepan kelas Rp.40.000 lumayanlah untuk paketan hp dan makan hehehe - Wah Bray, Kebetulan juga uang saya hilang di depan kelas Rp.40.000." dari sana kita dapat ketahui kebetulan mempunyai sisi negatif dan positif. Terus bagaimana dengan Kebenaran? 

         Kebenaran adalah lawan dari kekeliruan yang merupakan objek dan pengetahuan tidak sesuai itu adalah sesuatu yang terjadi dan nyata adanya.

Berikut adalah firman Allah yang ada di Al-Quran sebagai berikut:


الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُن مِّنَ الْمُمْتَرِينَ ٣:٦٠
 " Sungguh kebenaran itu datang dari tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu."
  
         kebenaran juga terbagi menjadi dua bagian yaitu kebenaran mutlak dan kebenaran sementara, kebenaran mutlak hanya milik tuhan yang maha esa, sedangkan kebenaran saja itu belum pasti kebenaran karena terkadang menurut seseorang benar belum tentu di pandangan orang lain itu akan benar juga. karena kebenaran itu sangat sulit dibuktikan secara nyata kecuali kebenaran mutlak yang dimiliki oleh tuhan, contoh nyata yang kita sering baca di kitab suci seperti yang disebutkan dalam Al-quran dimana 2 laut bertemu dan tidak saling tercampur, yang satunya berbeda kadar asinnya dan apakah itu ada ? Ada tepatnya di laut mediterania dan laut atlantik di selat gibraltar, tepat seperti apa yang kita dapat dalam Al-Qur'an surat Ar-Rahman ayat 19-21 yang artinya "dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu, dan diantara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Dan nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan?". Sungguh maha besar Allah SWT dengan segala firmannya.

         Dalam dunia ilmu pengetahuan sering kita dengar tokoh yang bernama Charles Darwin yang sering kita panggil dengan darwin. Dia mengemukakan bahwa nenek moyang manusia itu adalah primata sejenis monyet, apakah itu benar ? Tentu dalam islam itu tidak benar, dengan adanya bukti-bukti ditemukannya fosil-fosil apakah itu memperkuat kebenaran ? bagi dia dan orang yang mempercayai itu, maka itu benar, tapi bagi kita orang-orang muslim yang mana kita ketahui adalah manusia yang pertama kali diciptakan adalah Nabi adam dari kalangan laki-laki sedangkan dari kalangan peremuan adalah Siti Hawa yang mana ibu Hawa diciptakan dari tulang rusuk seorang Adam. Nabi Adam adalah wujud manusia yang sempurna yang mana beliau diciptakan dari tanah oleh Allah SWT. teori Charles Darwin ini dibantah oleh Harun Yahya seorang tokoh yang lahir pada tahun 1956. Jadi saya simpulkan kebenaran itu hanya ada dua saja, Kebenaran Mutlak adalah Kuasa Allah SWT tuhan semesta alam, dan kebenaran saja itu bagi makhluk hidup. Teori dari Darwin Menurut saya pribadi adalah salah, ketika saya menelaah sebangsa hewan ataupun monyet dari dulu ketika zaman dinosaurus sampai sekarang hewan-hewan tidak pernah berevolusi mereka mempunyai ras dan jenis masing-masing jadi disimpulkan bahwa manusia tidak pernah berevolusi. 

         Jika kalau kebetulan hanyalah unsur ketidak-sengajaan, dan kebenaran adalah suatu yang nyata adanya, bagaimana manusia bisa menjelaskan tentang tatasurya yang jauh di atas sana ? padahal masih belum ada yang dapat melihat langsung dan membuktikan langsung tentang apa yang terdapat diluar angkasa sana. yang kita ketahui dari guru maupun buku-buku yang kita baca Bintang dan sumber kehidupan kita adalah matahari, dan itu terbukti adanya karena dapat kita rasakan cahaya dan bentuknya dari bumi, Tatasurya kita berawal dan berpusat dari Matahari dilanjutkan dengan merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto dan sebagainya masih banyak planet yang belum kita ketahui. dan kemudian ada kabar baru tentang adanya planet yang baru yaitu planet nebula. Dari mana manusia tahu akan hal itu ? manusia itu penuh keterbatasan tidak semua manusia tahu akan hal-hal yang terjadi di luar sana walaupun mereka mempelajari namun tidak semua manusia mengetahuinya. hanya Allah SWT yang tahu atas apa yang diciptakannya, tetapi Allah tidak pernah membatasi manusia untuk mencari ilmu. terus mencari dan mencari karna Rasulullah menganjurkan kita untuk mencari ilmu sampai kita berada di liang lahat.

        Tuhan kita Maha Adil dan Bijaksana, Allah menaburkan buliran-buliran ilmu pengetahuan ke dunia khalayaknya ilmu Allah bagaikan seluas Lautan, dan lautan sebagai tintanya sedangkan daun-daun sebagai kertasnya. Ilmu Allah dapat di terima oleh siapa saja yang ingin mencari ilmu, Allah tidak membedakan yang kafir, Atheis, Hindu, Budha, Kristen, Islam, Konghucu, dan lain-lain, Ilmu yang Allah taburkan diberikan kepada siapa saja yang ingin mencari ilmu pengetahuan di dunia ini, karena ilmu pengetahuan akan meninggikan derajat suatu makhluk di hadapan Allah swt.

        Sebagai penutup saya akan menyampaikan banyak terima kasih bagi siapapun yang membaca artikel tugas saya ini, dan saya akan sangat bersyukur jika ada salah-satu dari anda yang akan mengoreksi "jika" dalam artikel tugas ini terdapat suatu yang salah. Demikian yang bisa saya sampaikan Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Jika ada kekurangan mohon dimaafkan, karna sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Sekian dan Terimakasih...
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



Artikel tugas ini mengutip ilmu dari daftar pustaka dibawah ini.
Daftar pustaka :





 
back to top